Tags

, ,

Pengertian Tekanan Udara


Angin dan faktor yang mempengaruhinya

Udara adalah campuran berbagai gas yang mempunyai sifat meluas dan juga dapat ditekan.  Tekanan tersebut diberikan oleh berat udara yang diberikan ke segala arah, baik dari bagian atas, bawah, dan samping. Tekanan udara akan berkurang dengan bertambahnya ketinggian tempat (elevasi atau ketinggian). Hal ini dapat terjadi karena massa udara semakin ke atas semakin tipis, kerapatan udara makin kecil dan kolom udaranya makin pendek. Untuk mengukur tekanan udara di suatu tempat dapat digunakan alat, yaitu barometer. Mekanisme alat ini, ketika tekanan udara naik maka mercury yang ada di dalam pipa naik. Tekanan udara diukur berdasarkan tekanan gaya pada permukaan yang mempunyai luas tertentu. Satuan yang digunakan dalam pengukuran tekanan udara adalah atmosfer (atm), milimeter kolom air raksa (mmHg) atau milibar (mbar).

Massa udara yang bergerak disebut angin. Angin dapat bergerak horizontal atau vertikal dengan kecepatan bervariasi dan berfluktasi dinamis. Faktor yang mempengaruhi tekanan angin diantaranya adalah :

  • Adanya perbedaan horizontal dalam tekanan udara.

Angin selalu bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah. Jika tidak ada lagi gaya lain yang mempengaruhi, maka angin bergerak secara langsung dari udara bertekanan tinggi ke udara bertekanan rendah. Jika tidak ada perbedaan udara di suatu tempat atau mendekati nol, maka yang tejadi adalah angin yang tenang.

  • Pemanasan yang tidak sama dari permukaan bumi

Pada dasarnya mekanisme angin atau bergeraknya udara disebabkan oleh peristiwa penimbunan, pelenyapan, dan alih panas dari matahari.

  • Adanya perbedaan tekanan, efek coriolis, dan friksi

Perputaran bumi pada sumbunya, akan menimbulkan gaya yang berpengaruh pada arah gerakan angin. Pengaruh perputaran bumi terhadap arah angin disebut pangaruh Coriolis.  Pengaruh coriolis menyebabkan angin bergerak searah jarum jam mengitari daerah bertekanan rendah di belahan bumi selatan dan sebaliknya, bergerak berlawanan arah jarum jam mengitari daerah bertekanan rendah di belahan bumi utara.

Pergerakan arah angin juga dipengaruhi oleh adanya gesekan. Angin permukaan pada umumnya menderita gaya gesek karena adanya kekasaran permukaan bumi. Jika permukaan datar dan halus, maka gaya gesek kecil dan jika permukaan kasar, tertutup oleh tanaman, maka gaya gesek besar. Gaya gesek ini dapat memperlambat pergerakan udara yang mengubah arah angin, meperlambat kecepatan angin.

Siklon, yaitu pusat dari udara bertekanan rendah

  • Antisiklon, yaitu pusat dari udara bertekanan tinggi.

Tekanan udara tinggi dan tekanan udara rendah dapat mengakibatkan angin siklon dan angin antisiklon, mempengaruhi cuaca, dan dapat digunakan untuk meramal cuaca.

Angin siklon adalah angin yang berputar menuju pusat tekanan rendah atau minimum. Sedangkan angin antisiklon adalah angin yang berputar keluar dari pusat tekanan udara tinggi atau maksimum.
Pada aliran siklon, udara bertiup ke arah pusat sehingga tekanan udara tinggi sehingga udara naik ke atas (menuju ke tekanan rendah) kemudian udara diatas terakumulasi sehingga membentuk awan mendung dan awan hujan. Pusat tekanan rendah (siklon) menghasilkan cuaca buruk di musim apapun.

Sedangkan pada aliran antisikon, udara dari pusat menyebar ke luar sehingga udara dari atas turun untuk menyeimbangkan tekanan udara di bawah, sehingga  mengakibatkan cuaca cerah. Tidak memungkinkan terbentuknya awan mendung karena angin dari atas terus mengalir ke bawah, yaitu ke daerah dengan udara bertekanan rendah. Awan terbentuk jika udara menjadi dingin scara adiabatik melalui udara yg naik dan mengembang.

Pola Aliran Angin

Atmosfer memiliki perbedaan suhu yang sangat besar, dan untuk menyeimbangkan suhunya agar tetap stabil atmosfer  melakukan sistem transfer panas. Sistem ini bekerja dengan  memindahkan udara panas ke arah garis lintang yang lebih tinggi, dan udara dingin ke arah akuator. Sistem tersebut disebut dengan Non Rotating Earth Model

Rotating Earth Model merupakan pola angin yang kedua. Pada pola ini terdapat 4 jenis pertukaran udara. Trade winds (angin pasat) merupakan angin yang bertiup dari daerah maksimum ekuator menuju ke ekuator. Westerliest (angin barat) merupakan angin yang bertiup dari daerah maksimum subtropis menuju daerah sedang. Polar easterlies merupakan angin yang bertiup dari daerah kutub menuju daerah maksimal subtropis. Polar front merupakan angin ribut yang memisahkan udara panas daerah tropis dengan udara dingin kutub.

Bumi terdiri dari sebagian besar lautan. Hal tersebut akan mempengaruhi suhu. Pada daerah belahan bumi selatan tekanan udaranya lebih stabil dibanding daera belahan bumi utara. Letak daratan dan lautan ini mempengaruhi angin yang berhembur. Di Indonesia, angin yang berhembus tersebut dapat mempengaruhi musim yang terjadi yang disebut dengan angin muson. Jika angin bertiup dari arah lautan, maka akan terjadi musim hujan (angin muson timur). Sebaliknya jika angin bertiup dari arah darat, maka akan terjadi musim panas  (angin muson barat).

Pada sistem angin regional, angin berhembus dari suhu rendah ke suhu tinggi. Pada siang hari di daerah pantai suhu permukaan tanah meningkat lebih cepat dibanding dengan permukaan air di lautan sehingga terjadilah angin laut. Sedangkan pada malam hari, suhu tanah pada daratan turun lebih cepat dibanding dengan suhu permukaan laut sehingga terjadi angin darat.

Pada daerah pegunungan terjadi angin lembah dan angin gunung. Pada siang hari udara pada pegunungan naik lebih signifikan dibanding udara pada daerah lembah, karena udara dingin pada derah lembah lebih tipis, maka udara tersebut naik menuju gunung dan terjadilah angin lembah. Sedangkan pada malam hari, udara pada daerah pegunungan turun lebih signifikan dibanding pada daerah lembah sehingga udara tersebut turun menuju lembah, sehingga terjadilah angin gunung.
About these ads